Masuk Majalah (?)

by - June 17, 2012

JAX Magazine
Edisi 004 | JUNI - JULI 2012



Hai, semangat pagi! Mana semangat senin paginya???

Hari ini kenapa saya bersemangat? Karena mau posting tulisan terbaru saya. Hehehe….
Masih seperti hari-hari biasanya yang sibuk dan melelahkan. Masih belajar. Dan nggak henti-hentinya saya bersyukur atas karunia Tuhan. Seperti tulisan saya kali ini. Ini wujud syukur saya. Karena berkat Tuhan juga saya bisa mendapatkan kesempatan nongol dimajalah. Walau barang nama doang!


Bekerja di tempat sekarang dengan posisi baru, membuat saya merasa tertantang dan berkembang. Saya tidak hanya jadi karyawan patuh akan perintah yang disuruh atasan. Sekarang, saya bisa menggunakan pemikiran saya untuk menemukan jalan memajukan perusahaan dan saya juga bisa mengemukakan pendapat. Ya, memang belum tentu diterima. Tapi setidaknya saya bisa menyuarakan ide saya.

JAX MagazineSeperti yang saya bilang pada posting sebelumnya yang mengatakan bahwa saya sangat gemar bertemu dan berkenalan dengan orang dari berbagai latar dan budaya, apalagi Negara. Yang belum baca mungkin bisa ditengok di sini. Hingga suatu hari yang menyenangkan, saya bertemu dengan Bapak Mirza, selaku editor majalah JAX Magazine. Majalah indie yang sarat akan seni. Majalah itu pun tidak bisa disama ratakan dengan majalah gratisan lainnya. JAX Magazine boleh gratis, tapi tidak dengan konsepnya. Konsep mereka bukan konsep gratisan. Konsep mereka begitu ‘kaya’. Penuh dengan sentuhan artistik. Disitu saya dapat merasakan kecintaan tiap-tiap individu bagian yang menyusun perhalaman hingga menjadi sebuah  majalah. Majalah ini tidak kalah dengan majalah stensilan luar negeri dengan bandrolan harga yang cukup buat mikir merogoh kocek saya dalam-dalam untuk membelinya :D

Konsepnya seperti majalah desain. Ya, bisa dibilang seperti majalah CONCEPT (kalau tidak salah sudah tidak terbit lagi ya sekarang?) dan iCREATE. Serius! Tapi isinya tentu bukan melulu desain. Inilah majalah dengan basis industry kreatif. Kalau orang bilang biaya melulu yang menjadi pokok masalah untuk menjadi kreatif, majalah ini bisa dikatakan berani berkata tidak.

Oke, saya rasa cukup untuk memuji-muji majalah tersebut. Balik lagi ke adegan dimana saya bertemu dengan sang Editor majalah tersebut. Saya ditunjukkan beberapa contoh majalah mereka. Saya terkagum-kagum hingga terlihat norak. Kebetulan kami bertemu di tempat saya bekerja dalam rangka peliputan. Ya, beruntungnya JAX Magazine tertarik untuk meliput LIO Gallery. Di sinilah saya diwawancara oleh Bapak Mirza. Saya pikir wawancara tersebut sekedar informasi yang dibutuhkan untuk data pendukung penulisan artikel tentang perusahaan. Tapi yang sungguh saya sampai termangu-mangu adalah..., nama saya tercantum di sana. Dari mana saya tahu? Saat edisi tersebut terbit tentunya. Edisi terbaru di bulan ini.

JAX Magazine

Bangga?

Tentu. Karena itu merupakan salah satu prestasi untuk saya. Mungkin bagi sebagian orang itu adalah hal biasa atau lumrah.
Toh bukan muka lo yang dipajang!’


Norak??? 
Terserah pendapat orang lain. Intinya, saya bangga akan diri saya. Nama saya muncul dimajalah karena karir yang membawa saya. Bukan hal miring yang menimpa saya.
Biarin! Selama noraknya saya nggak mengusik ketenangan orang lain.

Sombong??? 
Silahkan menilai. Setiap orang berhak berpendapat positif maupun negatif.

Perjuangan karir saya bukanlah hal remeh temeh. Saya memulai dari bawah. Lain waktu saya ceritakan bagaimana saya memulai karir dari seorang pelayan yang hanya dibayar IDR 41.000/hari hingga bisa seperti sekarang.

Saya bersyukur sekali kepada Tuhan karena diberi kesempatan untuk bekerja di perusahaan saya sekarang. Diberi kesempatan bertemu dengan bapak Mirza sekaligus JAX Magazine. Dan diberi kesempatan untuk nongol dimajalah, walau hanya nama saja. Dari situ semangat saya terpacu. Untuk terus berprestasi dan maju. Bahwa saya yakin karir saya dapat berkembang dan meraih passion saya. Dengan ketekunan, keuletan, dan keberanian saya yakin saya bisa berhasil dan sukses. Dan kesuksesan saya beriringan dengan kontribusi saya akan bumi pertiwi. Bahwa setiap anak bangsa bebas bermimpi, asal ia tidak menyerah untuk mewujudkan mimpinya menjadi kenyataan. Mari kita bermimpi… mari kita wujudkan….


PS: Kalian bisa mendapatkan JAX Magazine di FX Life Center, Grand Indonesia, Plaza Indonesia, Citywalk SUdirman, Plaza Semanggi, CiTos, Pondok Indah Mall, Starbucks, Pacific Place, and many more pick up point....

You May Also Like

0 comments

Today a reader, tomorrow a leader. A good readers live a comment here ^ ^
I always try to reply your comment and visit back to your blog/website. So, keep coming back and we can be a friend xoxo