Pages

Sunday, January 21, 2018

6 Jenis Kandungan Dalam Skincare

Banyak yang bertanya sama aku, ‘gimana kehidupan di New Zealand?’, ‘Betah?’, ‘Enak yaa bisa tinggal lama di New Zealand’, dan masih banyak lagi pertanyaan mengenai kehidupanku di New Zealand. Oiya, buat yang belum tau untuk sekarang ini aku sedang menetap di New Zealand. Kalian bisa ikuti insta story aku di @Nona_HitamPahit. Aku akan mulai nyicil cerita kehidupan, tradisi, kuliner, lifestyle di sini. Sampai aku kenal teman baru dan diajak nge-date sama abang Uber. LOL!

picture courtesy: http://www.santamierda.com/


Sebelum post ini makin jauh dari apa yang ingin aku tulis karena terlalu banyak cerita yang ingin aku bagi. Let’s start with my skincare journey, shall we? Dalam post terdahulu, aku membahas bahwa pentingnya mengenali jenis kulit wajah kita; Apa Jenis Kulitmu? Dan setelah kita tahu jelas jenis kulit wajah, tentunya kita akan beralih untuk mengenali; Produk skincare apa yang cocok untuk kulit aku? Kandungan apa aja yang ada di dalamnya? Aku paham banget bahwa terkadang kita membeli skincare berdasarkan review influencers atau pun ‘kata teman’. Terlebih dengan asumsi; ‘harga murah, ukuran besar, dan bagus—katanya’. Padahal, menurutku, skincare itu cocok-logi. Baik di aku belum tentu bagus di kamu. Yang alih-alih ketika coba dan ternyata nggak cocok, kita akan misuh-misuh sendiri seraya nyalahin yang review ‘BOHONG ITU! DI AKU NGGAK COCOK’. Better be selain cari review, kita perlu banget tahu kandungan di dalam skincare yang kiranya membantu permasalahan kulit kita.

Aku bukan skincare expert. Aku adalah survivor wajah jerawat, kusam, berminyak. Hingga saat ini pun aku masih terus coba-coba dan cari tahu skincare yang oke. Apalagi namanya perempuan, bawaannya pasti dikit-dikit pengin coba deeehhh yang itu… yang ini. Yep, that’s me! Dibantu teknologi yang sekarang super canggih dan bikin males gerak. Dengan mudahnya aku bisa mencari kandungan apa saja dalam 1 botol skincare inceranku sebelum membeli. Besides, reading some reviews. Ini adalah kebiasaan yang aku terapkan sebelum membeli skincare. Karena investasi skincare kadang bukan hal murah. Untuk meminimalisir salah beli/menyesal, aku pasti searching dulu. Tapi bukan berarti aku nggak pernah salah beli ya. Pernah banget! Ending-nya aku jual sih ^ ^


Ok, It's getting long and I haven’t written down the point. Skincare ada banyak macam. Kandungannya lagi, beribu macam. Dibawah ini adalah kandungan yang perlu kamu ketahui sesuai jenis kulit kamu.


Picture Courtesy: http://www.prepchem.com
Dehydroacetic Acid
Fungisida dan bakterisida yang sering digunakan sebagai pengawet kosmetik. Asam satu ini bekerja untuk membunuh dan mencegah pertumbuhan mikroorganisme yang berkontribusi terhadap peluruhan produk. Biasanya Dehydroacetic Acid terdapat dalam produk perawatan pribadi seperti eye shadow, pelembab wajah/lotion, blush, krim anti-aging, lipgloss, maskara, bedak wajah, pembersih dan exfoliant. Dan kandungan ini sudah lulus sensor FDA U.S.. Rata-rata skincare di New Zealand menggunakan kandungan ini.


Picture courtesy: beautifulwithbrains.com

Hyaluronic Acid or Sodium Hyaluronate
Untuk kandungan ini sendiri sering banget ditemukan dalam pelembab karena kemampuannya yang dapat menampung air 1.000 kali. Berkat kehebatannya ini, Hyaluronic Acid dapat meminimalisir kerutan di wajah serta bikin kenyal. Kalau kamu menemukan produk dengan kandungan Hyaluronate, this is a good product for acne-prone skin. Apalagi yang kulitnya cenderung kering dan butuh oil-free. Membantu regenerasi kulit serta iritasi.


Dibawah ini aku bahas beda BHA dan AHA dari hasil kesimpulan googling sana-sini. Karena pasti masih banyak yang bingung kayak aku. Bedanya apa sih?! Dua-duanya katanya berfaedah untuk eksfoliasi. Terus kok tetap harus pakai?



Alpha-Hydroxy Acids (AHA)

Alpha-Hydroxy Acids or known as AHA dengan bentukan glycolic, lactic, tartaric, dan citric acids yang berfungsi untuk menyingkirkan kulit mati dan regenerasi sel. Mengurangi garis halus, penuaan dini, acne scars, serta meratakan warna pada kulit wajah. Jadi bisa dibilang, AHA ini skincare eksfoliasi yang lebih ringan kandungannya. Cocok untuk eksfoliasi luar pada kulit normal dan kering, penuaan, dan telah mengalami kerusakan kulit akibat sinar matahari. Membantu stimulasi kolagen, kekencangan, kelembutan, dan kekenyalan wajah. Dan pastikan wajah dalam keadaan kering ketika menggunakan produk yang mengandung AHA ya. Mostly, AHA products more effective for night use karena menjaga kelembapan kulit. Bila kita ingin menggunakan pada siang hari, wajib untuk mengenakan sun-block.


Beta Hydroxy Acid (BHA)
MANA YANG KULITNYA MINYAKAN PLUS JEREWIAN? ? ?
Beta Hydroxy Acid (BHA) dengan jenis Salicylic Acid merupakan senyawa kimia yang digunakan produk kecantikan/skincare untuk membantu eksfoliasi dengan proses kimiawi karena sifatnya mampu larut dalam minyak dan lemak. Jadi perawatan ini dapat mempenetrasi hingga ke dalam pori-pori yang tertutupi kotoran bahkan minyak sekali pun dan membantu pembersihan secara maksimal. Senyawa ini cocok bagi yang punya sejarah kulit berminyak, anti inflamasi, anti-bakteri serta yang sering bermasalah dengan komedo dan berjerawat. Dan baiknya, penggunaan produk ini tidak bersamaan dengan AHA. Jadi semisal BHA pagi hari, berarti AHA malam hari begitu pun sebaliknya.


Ascorbyl Palmitate (Vitamin C)
Dari namanya agak ribet untuk pelafalan. Tapi intinya ini vitamin C. Bagi kalian mungkin udah nggak asing lagi bahwa manfaat vitamin C sebagai anti oksidan, regenerasi kulit, serta mencerahkan kulit wajah. Cocok buat dipakai malam hari agar bekerja maksimal.



Retinoids (Vitamin A)
Nah, vitamin A ini sering banget disebut-sebut dengan senyawa retinol atau retinoic acid. Sekarang kita bahas manfaat vitamin A-nya aja dulu. Untuk penjelasan deferensiasi kedua senyawa nantinya aku bahas diparagraf berikutnya. Manfaat si vitamin A ini lumayan banyak. Dari yang powerful anti-oksidan hingga stimulasi sel kulit serta merangsang kolagen kulit. Vitamin A paling pas untuk melawan kerut kisut dan tanda-tanda penuaan dini. Jadi bikin kulit wajah tampak muda dan halus. Serum dengan kandungan vitamin A dapat digunakan bergantian sama vitamin C. Si Vitamin A ini bisa digunakan pagi/siang hari, hanya saja jangan lupa sun-block. Kenapa? Karena mirip AHA/BHA yang membuat kulit jauh lebih sensitive bila terkena sinar matahari. Jenisnya pun macam-macam sebenarnya, diketerangan bahan aktif, biasanya nama retinoid bisa bermacam-macam seperti: differin (adapelene), retin-A, renova (tretinoin), retinoic acid, retinol, retinyl linoleate, retinyl palmitate, tazorac and avage (Tazarotene).

Retinoid (istilah untuk berbagai bentuk vitamin A topikal) membantu merangsang produksi kolagen, asam hyaluronic, dan elastin. Hal ini membantu mengurangi munculnya garis, keriput dan pori-pori besar. Senyawa ini juga membantu menyembuhkan jerawat dan memudarnya hiperpigmentasi. Ada sejumlah tipe Retinoid berbeda yang ditemukan pada produk perawatan kulit termasuk Retinyl Palmitate, Retin-A, dan Retinol, namun pertanyaannya adalah apakah mereka akan berfungsi sebagai anti penuaan?


Retinol adalah bentuk alkohol dari molekul vitamin A, dan dianggap oleh banyak orang sebagai bentuk paling murni dari Vitamin A. Retinol bila digunakan dengan benar PLUS dosis yang rendah, sama sekali tidak menimbulkan iritasi atau peradangan pada kulit karena Retinol diubah secara perlahan menjadi asam retinoat.  Biasanya dokter kulit sering merujukkan kandungan ini dengan tujuan anti penuaan, unclog pores, melawan jerawat dan menghilangkan hiperpigmentasi akibat sinar matahari.

Sedangkan yang perlu diperhatikan adalah dosis penggunaannya karena konon katanya dokter nggak menyarankan bila skincare kamu mengandung jenis vitamin A yang lebih dari 20% karena sifatnya berbahaya bagi ibu hamil. Tapi, yang perlu digaris bawahi, penggunaan vitamin A jangan berbarengan dengan BHA atau AHA. Dan untuk pertama kali penggunaan, bisa dengan tes 3 hari sekali untuk lihat hasilnya pada kulit. Apakah kulit jadi memerah? Pengelupasan parah? Iritasi?

Oke, kayaknya sekian dulu penjelasanku mengenai kandungan yang penting diperhatikan sebelum membeli skincare. It’s going to 4 pages now. I hope this help you dari kebingungan selama ini. Selanjutnya, aku akan bahas skincare haul aku selama di New Zealand plus hidup di sini.

Buat yang penasaran, terus ikuti blog aku ya. Karena bakal banyak hal baru yang akan aku bagikan di sini. Kalau nggak mau ketinggalan, boleh lho untuk follow salah satu akun media sosial aku dengan link dibawah ini. ^ 3 ^

Mind to follow me? Let me know and I would follow you back ^O^


7 comments:

  1. Thank you postingannya
    lumayaan buat nambah ilmu karena jujur aja ga terlalu perhatiin kandungannya apa aja sih hehehe.

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahha... sama Taaazz... I used to be males baca and searching. Tapi ternyata kyk gini penting juga ya. Jadi nggak salah beli. Anyway, thank you for stopping by ^ ^

      Delete
  2. Seneng banget ada yg bahas ini, thanks for sharing yaaa
    https://earlyregina.blogspot.co.id/

    ReplyDelete
    Replies
    1. sama-sama, Regina. Thank you for stopping by ^ ^

      Delete
  3. AFAIK, vitamin C ada macem macem sih, tapi disana kayaknya dijual ascorbyl palmitate ya? Asik ih tinggal di New Zealand!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yes, Mia. Thank you for sharing last time about sunscreen. Aku jadi banyak belajar jg dr blog kamu ^ ^

      Delete
  4. Hyaluronic Acid dan AHA kandungan yang so far paling-paling cocok di kulit aku.. selebihnya. pasti kulit ngambek..

    www.sistersdyne.com

    ReplyDelete

Today a reader, tomorrow a leader. A good readers live a comment here ^ ^
I always try to reply your comment and visit back to your blog/website. So, keep coming back and we can be a friend xoxo